Senin, 15 Juli 2013

My Yeoja is My Dongsaeng #PART 4

Author: Park EunMin a.k.a Rika ratna

Genre: romantic,sad,happy

Main Cast: ~Lee Eunhyuk
                   ~Lee EunMin

OC: ~Kim Hae Jin
       ~Lee Hyuk Jae
       ~Park JungSoo
       ~Choi Siwon
       ~Choi Kyu Ra


Anyyeong^^ FF lanjutan PART 3 udah publish^^ yang udah kena tag jangan lupa RCL yaahh^^ Mian jika ceritanya jelek dan ngelantur -__-" Happy reading^^

WARNING !

##############

HyukJae cemas menanti EunMin yg sampai dinihari tak kunjung pulang. Padahal saat itu EunMin sedang berada di apartmen Eunhyuk.. Iapun segera mengambil ponselnya lalu menghubungi EunHyuk.

Drrrttt Drrrtttt. Ponsel Eunhyuk bergetar. Perlahan ia membuka matanya lalu mengambil ponselnya.
"Yobseyo." Jwb Eunhyuk dg suara malas.
"Eunhyuk~ahh,apa kau sudah menemukan EunMin? Dimana dia?" Suara HyukJae sgt khawatir.
"Ahh appa~" Eunhyuk langsung terbangun.
"Dimana EunMin?"
"Ahh~appa tenang yah,dia ada bersamaku dia sedang tidur, ta tadi aku melihatnya dijalan bersama temannya" Jelas Eunhyuk.
"..." EunMin terbangun lalu mengambil ponsel EunHyuk.
"Yobseyo appa~,appa jgn khawatir,q baik2 saja. Besok pagi aku akan pulang." Ucap EunMin.
"Hhh~ syukurlah kalau begitu." HyukJae menghela nafas lega.
"..." EunMin menyodorkan ponselnya pada Eunhyuk lalu kembali menutp matanya.
"Ahh~ yasudah appa,appa jgn khawatir,besok pagi aku akan segera mengantarnya pulang."
"Ne,baiklah kalau begitu. Jaljayo." *bip* HyukJae mematikan telfonnya.

"..." EunMin menarik bahu Eunhyuk.
"hmm~ wae?" Tanya Eunhyuk.
"Disini saja,temani aku."
"..." Eunhyuk terdiam,meluk EunMin erat.
Keduanya kembali terlelap dalam dekapan satu sama lain.


-Ke esokan harinya-

"..." EunMin mengankat tubuhnya,perlahan mengucek ke2 matanya lalu menatap arah jam.
"Aighoo,sudah jam 8pagi. Aishh~ aku terlambat" Gumamnya. EunMinpun berusaha beranjak dari kasur itu. Namun Eunhyuk menahan tangannya.
"Kau mau kemana?" Ucap Eunhyuk yg masih menutup matanya.
"Hyaaa~ badanku bau. Aku mau mandi dulu." Beranjak dari ranjang.
"Kita mandi bersama ne?" Eunhyuk mendongakkan kepalanya dg puppy eyes.
"Aishh~ kau ini." EunMin menjitak kepala Eunhyuk.
"Yaaah~ tidak mau yah." *manyun*
"Haha,bibirmu tebal sekali." EunMin tertawa lebar,lalu berjalan menuju Kamar mandi.
"Aisshh~ apa katamu? Haha awas kau yah." Segera bangun lalu mengikuti EunMin.

"Kau mau apa?" Menatap Eunhyuk yg berjalan mendahuluinya.
"Aku mau mandi." Jwb Hyuk cuek.
"Ahh~ anni anniya,aku duluan yg mandi." Mencegah Hyuk masuk. Merentangkan kedua tangannya didpan pintu kamar mandi.

"Tidak bisa. Kita mandi bersama" Hyuk memegang pinggang EunMin lalu mendorongnya masuk ke dalam kamar mandi bersama.

*********
@Rumah HyukJae.

"Appa~ aku pulang." Terdengar suara EunMin, HyukJaepun segera menghampiri putrinya.

"EunMin~ ahh,kau dari mana saja huh? Appa sgt cemas padamu." Memeluk EunMin.
"..." Hyuk hanya berdiri dan tersenyum melihat keduanya.
"Hehe, mianhae sudah mengkhawatirkan appa." Jwb EunMin gelisah.
"Syukurlah ada oppamu sayank." Ucap hyukJae sembari melirik Eunhyuk.
"..." Eunhyuk hanya menundukkan kepalanya.
"yasudah,kajja kita ke dalam." HyukJae menyuruh ke2 anaknya untk masuk rumah.

"Hyaaa~ hari ini sangat melelahkan." EunMin merebahkan tubuhnya disofa.
"..." Hyu duduk disamping EunMin.
"Eummmph~ begini, minggu depan Appa akan pergi ke luar kota selama 1mg untuk berbisnis. EunMin,kau hanya sendirian dirumah,hanya ada manajer Kim yg akan menemanimu. Apa kau mau ikut bersama appa?" Tanya HyukJae.

"Ahh~ 1mg? Annio,q dirumah sajalah appa. Lagian aku bisa mengajak eomma untk tinggal bersamaku." Jwb EunMin.
"ouh,yasudah kalau itu keputusanmu." HyukJae melangkah pergi.
"Heeyy,knapa kau tdk ikut bersamanya?" Bisik Eunhyuk.
"Aisshh~ dari dulu kau memang bhabo." Menjitak kepala Hyuk.
"Awhh appho" Pekik Eunhyuk.
"Kau kan bisa tinggal disini bodoh." EunMin mencubit pipi Eunhyuk.
"Ahh ne ne ne. Chu~" Hyuk langsung mencium sekilas bibir EunMin.

--------000-------

*1minggu kemudian*

"Hati-hati appa,jaga kesehatan appa." EunMin memeluk HyukJae erat.
"Ya sayang. Kau juga harus menjaga kesehatanmu. Manajer Kim,aku titipkan putriku kepadamu." Ucap HyukJae.
"Baik presdir." Manajer Kim membungkukkan bdan.
"Yasudah,appa berangkat dulu ne. Jgn lupa telfon ibumu,suruh dia menemanimu." Hyuk Jae segera masuk kedalam mobilnya.
"Jangan khawatir appa." EunMin melambaikan tangan,saat mobil HyukJae mulai melaju.
"..." EunMin kembali masuk kerumahnya,duduk disofa.
"Jika nona perlu sesuatu saya siap mengantarkannya nona." Ucap manajer Kim.
"Euuhh, ne goMawo tn. Kim. Nanti q akan memanggilmu. Sekarang Kau boleh tinggalkan aku."

‎"Baik n0na,saya permisi." Manajer Kim beranjak pergi.

"Hhhfffthh" EunMin merebahkan tubuhnya disofa. Ia melihat ponselnya,lalu menelfon Eunhyuk.
"Yobseyo."
"Ne,waeyo EunMin~ahh?" Sahut Eunhyuk.

"Bisakah kau kerumah sekarang? Appa sudah pergi."
"Ne baiklah,tunggu aku." *bip* Hyuk mematikan telfonnya.

Manajer Kim yang tidak sengaja mendengar pembicaraan EunMin,merasakan kejanggalan yang aneh. Iapun berlalu,pergi ke ruangannya.

-20menit kemudian-

TING T0NG TING T0NG.
"Hyaaa~ dia sudah datang." Ucap EunMin girang lalu bernjak membukakan pintu.
"..." Eunhyuk tersenyum.
"Haha,kau datang juga." Ucap EunMin.
"Benar appa sudah berangkat?" Tanya Eunhyuk,mengamati dalam rumah.
"Jangan khawatir,dirumah hanya ada aku dan Tn. Kim." EunMin menarik Eunhyuk Masuk.
"..." Eunhyuk merebahkan dirinya disofa.
"..." EunMin tersenyum menatap Eunhyuk.
"EunMin~ahh"
"Wae Hyukie~ahh?"
"Saranghae." Ucap Eunhyuk mengelus pipi EunMin.
"kau sudah berkali2 mengatakannya." EunMin tersenyum,menyentuh pipi Eunhyuk.
"Chu~" Hyuk mencium Bibir EunMin.

DEG~ Manajer Kim tercengang melihat aksi 2bersaudara ini. Keringatnya menetes deras membasahi dahinya. Ia tidak habis fikir,ia tdk percaya apa yg ia lihat barusan.

"Kita kekamarku saja yah?" EunMin beranjak.
"..." Eunhyuk menangguk.

Manajer Kim segera keluar dari persembunyiannya,ia berusaha mencegah agar 2bersaudara ini tidak masuk ke dalam kamar.

"Euhh, mianhae n0na. Bisakah n0na membantu saya merapikan berkas2 yang ada diruangan presdir?" Ucap Tn. Kim agak gemetar.
"Eoh? Mianhae Tn. Kim, sudahlah biar appa sendiri yg membereskannya. Kau tdak perlu repot2." Beranjak pergi.
"Ta tapi n0na." Tn. Kim gagal mencegah EunMin. EunMin dan Eunhyukpun berlalu dari hadapannya,lalu masuk kekamar bersama.


@Kamar EunMin

"..." Hyuk Merebahkan tubuhnya kekasur.
"..." Eunmin berbaring disamping Hyuk. Meluk perut Eunhyuk.
"..." Hyuk terdiam,menatap langit2 kamar.
"..." EunMin membenamkan wajahnya di dada bidang Eunhyuk.

"..." Hyuk menyingkirkan EunMin lalu beranjak bangun.
"Wae. ? Kenapa kau menyingkir?"
"Sudah,q tidak ingin melanjutkan ini semua. Cinta kita tidak wajar."
Hyuk berdiri membelakangi EunMin.
"..." EunMin memeluk Hyuk dari belakang lalu menangis.
"Wae? Kenapa kau menangis?" Hyuk menunduk menahan airmatanya.
"Aku...aku membenci semuanya." Tetap menangis.
"..." Hyuk membalikkan badan EunMin lalu menatapnya dan menghapus air matanya.
"Kenapa kita ditakdirkan menjadi saudara?! Hiks" EunMìn makin menangis.
"EunMin~ahh,sudahlah. Kau jangan menangis lagi. Kalau kau seperti ini terus,aku semakin berat meninggalkanmu." Hyuk memeluk EunMin erat.
"..." EunMin mengeratkan pelukannya,menangis dlm dekapan Eunhyuk.

Diluar,manajer Kim tak sengaja melihat mereka,karena tadi EunMin lupa mengunci pintunya,sehingga pintunya terbuka sedikit. Tn. Kim menghela nafas panjang. Ia tak tau apa yang harus ia lakukan sekarang.

****

-3hari Kemudian-

Tn. Kim sudah tak tahan melihat sikap keduanya. Ia memutuskan menelfon Hae Jin,agar menemani EunMin dirumah.
"Yobseyo"
"Ne,nuguya?"
"Saya manajer Kim nyonya."
"oh,ne waeyo tn?"
"Bisakah anda datang kerumah,untk menemani n0na EunMin? Ia sangat kesepian dirumah. Minggu dpan presdir baru akan pulang.
"Oh ne,tidak masalah. Baiklah,aku akan bersiap2."
"Ne,kamsahamnida." *bip* Tn. Kim mematikan telfonnya.



-10menit kemudian-

Hae Jin sudah berdiri didpan rumah HyukJae. Ia mengetuk2 pintu dan memencet bel berkali2 namun tdk ada yg membukakan. Hae Jin memutar knop pintu.
"Yaa~ knapa pintunya tidak dikunci?" Hae Jin mengamati sekeliling rumah.
"

Yaa itukan m0bil Eunhyuk?! Dia datang kemari kenapa tidak memberitahuku? Aish dasar." Hae Jin pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Ia mengamati keadaan dalam rumah yang sangat sepi.
"Tidak ada orang? EunMin~ahh" Hae Jin berjalan mencari EunMin. Ia mencari EunMin dikamarnya,namu dia tidak ada disana. Hae Jinpun terus berjalan mencari EunMin dan Eunhyuk.

DEG~ Hae Jin tercengang melihat keduanya sedang berciuman mesra di halaman belakang rumah. Kakinya serasa lemas tak berdaya. Dadanya terasa sesak. Dan airmatanya mulai mengalir.

"Nyonya sudah datang" Ucap manajer Kim sembari melirik keluar.
"..." HaeJin hanya terdiam.
"..." Manajer Kim menarik bahu Hae Jin dan membawanya keluar.
"..." Hae Jin duduk lemas diruang tamu.
"Nyonya tidak apa2?" Tanya manajer Kim.
"Se sejak kapan mreka seperti itu?" Hae Jin terisak.
"..." Manajer Kim menghela nafas panjang.
"Benarkah tadi yang kulihat?" Hae Jin menggenggam bahu manajer Kim erat.
"Mreka...mreka sudah mengenal jau sebelum kalian semua bertemu." Ucap manajer Kim.
"Astagaaa" HaeJin menundukkan kepalanya lalu menangis.
"Sabarlah nyonya." Tn. Kim mengelus pundak Hae Jin.
"Ini semua salahku. Kenapa dari dulu aku tidak membertemukan mreka." HaeJin menangis.
"Sabar nyonya. Mungkin ini terlalu cepat bagi mreka. Mungkin mreka juga butuh waktu untk bisa menerima kenyataan ini." Tutur Tn. Kim.
"..." HaeJin menatap Tn.kim lalu menghapus air matanya.
"sudahlah anda jgn menangis."
"Ap apa HyukJae tau semua ini?" Tanya HaeJin.
"Tidak. Presdir tidak mengetahuinya."
"..." Hae Jin menghela nafas panjang.
"..." Manajer Kim tertunduk.
"Aku m0h0n. Jangan beri tau hal ini pada Hyuk Jae. Tolong" Ucap HaeJin.
"Baiklah nyonya. Aku akan merahasiakannya dari presdir." Manajer Kim menghela nafas,lalu beranjak pergi.
"..." HaeJin masih termenung diruang tamu.


‎"Eoh? Eomma kapan datang? Kenapa tidak memberitahuku?" EunMin melhat HaeJin duduk dirang tamu lalu menghampirinya,diikuti Eunhyuk.
"..." HaeJin menatap Eunhyuk.
"..." Eunhyuk gemetar.
"Kalian habis darimana?" Tanya HaeJin.
"Euhhh, kami...k

ami...~"
"Ahh~ kami habis dari gudang,membembereskan barang2 yg sudah tidak terpakai." Timpal Eunhyuk memotong pembicaraan EunMin.
"Syukurlah kalau begitu." HaeJin tersenyum menatap EunMin lalu beranjak.
"Eomma mau kemana?" Tanya EunMin.
"Ke dapur,memasak sesuatu." HaeJin berjalan menuju dapur.
"Boleh aku bantu?" EunMin berjalan mengikuti HaeJin.
"Ne sayang." HaeJin tersenyum.

***
HaeJin dan EunMin sedang asyik memasak didapur. Sedangkan Eunhyuk,ia berbari disofa sambil men0nt0n TV.

"Eomma,pandai sekali memasak." Puji EunMin pada HaeJin.
"Sebgai seorang wanita,kau harus pintar memasak untk suamimu sayang." HaeJin tersenyum.
"Haha, e0mma bisa saja." EunMin tertawa.
....
"Hyaaa~ eomma,garamnya habis." EunMin mengocok2 wadah garam yang kosong.
"benarkah?"
"Eumpp,yasudah q akan membelinya." EunMin beranjak.
"Anni,kau disini saja. Biar e0mma yg membelinya." HaeJin mencegah EunMin lalu berjalan keluar.
....
"E0mma mau kemana?" Tanya Eunhyuk yg melihat ibunya melintas.
"Membeli garam." HaeJin beranjak tanpa menatap Eunhyuk.
....
"..." Eunhyuk pergi kedapur. Ia melihat EunMin yg sdang mengaduk2 panci. Hyuk mendekatinya lalu memeluknya dari belakang.
"Aishh~ Hyuk,lepaskan. Nanti e0mma melihat." EunMin berusaha melepas pelukan Hyuk.
"Anniyo,sebentar saja. E0mma mash lama." Semakin mengeratkan pelukannya.
"Hyaaa Kau ini." Memukul kecil kepala Hyuk.
....
HaeJin hanya membungkam mulutnya,menahat tangis agar suaranya tidak keluar. Ia bersandar dibalik tembok setelah melihat EunGyuk dan EunMin di dapur. HaeJin kemudian beranjak keluar.
"Ini semua salahku. Oh Tuhan,jika kau ingin menghukumku,hukum sajalah aku. Tapi tolong,jangan takdirkan mreka seperti ini." HaeJin menangis.
.....

@meja makan@

"Hyuk,setelah makan. Kau ikut e0mma pulang."
"Ta tapi omma, wae?" Menghentikan makannya.


‎"..." EunMin terdiam dan tetap melanjutkan makannya.
"Temani e0mma. E0mma sendirian dirumah."
"Ne,baiklah e0mma." Hyuk mengangguk lemas,lalu melirik EunMin.

*****


-2bulan kemudian-

"EunMin~ahh cepatlah,nanti terlambat." HyukJae memanggil EunMin.
"Ne appa,sebentar lagi." EunMin, bergegas keluar dari kamarnya.
"Hyaaa~ kau cantik sekali sayang." Puji HyukJae.
"Ahh~ appa. Memang kita mau kemana?" Tanya EunMin.
"Sudahlah,ikut saja. Appa mau mengajakmu bertemu dg shbt lama appa."
HyukJae dan EunMin berjalan menuju mobil,lalu berangkat.

@H&G Caffe

"Hyaaa,knapa tman appa lama sekali sih" EunMin mulai bosan.
"Tunggu sajalah,sebentar lagi dia datang"
....
"Nah itu dia. Haeee Kim Yesung~" HyukJae melambai2kan tangannya menuju ke arah 2pria berjalan menujunya.
"siapa pria itu? Dan siapa namja yg bersamanya?" Batin EunMin dalam hati,sambil mengamati namja yg berjalan disamping pria yg seumuran appanya tsb.
"Haee,apa kabar. Lama tidak bertemu." HyukJae beranjak memeluk shbtnya itu.
"Huaaa,kau mash sama seperti dulu." Yesung tersenyum melihat HyukJae.
"Lalu dia?" Hyuk menunjuk namja yg berdiri dibelakan Yesung.
"Annye0nghaseyo Ahjussi. Kim Siwon imnida,ban-gapseumnida." Namja itu membungkuk,memperkenalkan dirinya.
"Yaaa,dia putraku. Dia barusaja lulus dr Univ. Harvart AS."
"Huaaa~ kau tak jauh berbeda dg appamu nak. Kau sgt pandai." Hyuk mengelus pundak siwon.
"Kamsahamnida ahjussi" Siwon tersenyum.
"Hyaaa~ HyukJae~ahh dia putrimu? Cantik sekali." Tersenyum melirik EunMin.
"Ahh annye0ng ahjussi. EunMin imnida. Ban-gapseumnida" EunMin memperkenalkan diri.

Bla bla bla bla... Mereka menikmati perbincangan ini. HyukJae dan Yesung adalah sahabt sejak SMA. Saat itu setelah lulus SMA,Yesung hijrah ke Amerika,hingga ia menikah dg wanita sana dan memiliki putra yg berwajah blasteran,bernama Siwon.

_TBC_


#Mohon maaf jika terselip typo >_<

Tidak ada komentar:

Posting Komentar